Sejarah Indonesia Buku Siswa Kelas XI Smtr_2

  
Kategori: K11 - SMA

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
................................................................................
iii
DAFTAR ISI ....
.......................................................................................
v
BAB 5
Tirani Matahari Terbit .............................................................................
1
A.
Kedatangan Jepang ke Indonesia ...........................................
...
6
1.
Masuknya Jepang ke Indonesia
.....................................
8
2.
Sambutan Rakyat Indonesia
..........................................
11
3.
Pembentukan Pemerintahan Militer
...............................
12
4.
Pemerintahan Sipil
.........................................................
14
B.
Organisasi Pergerakan Masa Pendudukan Jepang .........................
17
1.
Organisasi yang Bersifat Sosial Kemasyarakatan
............
19
2.
Organisasi Semimiliter
....................................................
26
3.
Organisasi Militer
..........................................................
34
C.
Pengerahan dan Penindasan Versus Perlawanan ......................
41
1.
Ekonomi Perang
..........................................................
42
2.
Pengendalian di Bidang Pendidikan dan Kebudayaan
.....
47
3.
Pengerahan Romusa
.....................................................
48
4.
Perang Melawan Sang Tirani
........................................
50
 
vi
Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK
Semester 2
D.
Drama Akhir Sang Tirani
.............................................................
61
1.
Akibat Pendudukan Jepang di Indonesia
....................
62
2.
Janji Kemerdekaan
........................................................
66
3.
Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI)
...........
69
BAB 6
Indonesia Merdeka .......
.........................................................................
73
A.
Dari Rengasdengklok Hingga Pegangsaan Timur
.......................
77
1.
Jepang Bertekuk Lutut .......................
............................
79
2.
Peristiwa Rengasdengklok ..................
...........................
82
3.
Perumusan Teks Proklamasi ....................
.......................
87
4.
Proklamasi Berkumandang ......................
.......................
92
5.
Dukungan dari Berbagai Lapisan ............................
........
96
B.
Terbentuknya Pemerintahan dan NKRI
........................................
104
1.
Pengesahan UUD 1945 dan Pemilihan Presiden,
Wakil Presiden
..............................................................
105
2.
Pembentukan Departemen dan Pemerintahan Daerah
....
108
3.
Pembentukan Badan-Badan Negara
..............................
109
4.
Pembentukan Kabinet
...................................................
112
5.
Pembentukan Berbagai Partai Politik
..............................
113
6.
Lahirnya Tentara Nasional Indonesia
..............................
114
C.
Proklamator dan Peran Para Tokoh Sekitar Proklamasi ...............
124
1.
Peran Sang Proklamator
...................................................
126
2.
Peran para Tokoh Sekitar Proklamasi
...............................
128
 
vii
Sejarah Indonesia
BAB 7
Revolusi Menegakkan Panji-Panji NKRI ................................................
137
A.
Tantangan Awal Kemerdekaan
..................................................
141
1.
Kondisi Awal Indonesia Merdeka
..................................
142
2.
Kedatangan Sekutu dan Belanda
..................................
144
3.
Merdeka atau Mati
........................................................
147
B.
Antara Perang dan Diplomasi .................................................
169
1.
Rangkaian Perjanjian Linggarjati
.....................................
170
2.
Agresi Militer I
...............................................................
179
3.
Peran Komisi Tiga Negara ..............................................
182
4.
Perjanjian Renville
..........................................................
182
5.
Agresi Militer II dan Penangkapan Pimpinan Negara
.......
185
6.
Peran PDRI: Penjaga Eksistensi RI
.................................
188
7.
Tetap Memimpin Gerilya
...............................................
190
8.
Serangan Umum 1 Maret 1949 ......................................
191
9.
Persetujuan Roem-Royen
.............................................
193
10.
Yogya Kembali
...........................................................
194
11.
Konferensi Inter Indonesia ..
............................................
197
12.
Konferensi Meja Bundar
..............................................
198
13.
Pembentukan Republik Indonesia Serikat
.....................
200
14.
Pengakuan Kedaulatan
...............................................
202
15.
Kembali ke Negara Kesatuan
.........................................
203
 
viii
Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK
Semester 2
C.
Nilai-Nilai Kejuangan Masa Revolusi .................
..........................
207
1.
Persatuan dan Kesatuan
...............................................
208
2.
Rela Berkorban dan Tanpa Pamrih
.................................
209
3.
Cinta pada Tanah Air
....................................................
209
4.
Saling Pengertian dan Harga Menghargai
.....................
209
LATIH UJI SEMESTER
............................................................................
214
GLOSARIUM
.................................................................................
217
DAFTAR PUSTAKA
.............................................................................
222
GLOSARIUM
ABDACOM:
(American British Dutch Australian Command),
tentara gabungan
dari Amerika, Inggris, Belanda dan Australia pada Perang Dunia II untuk
menghadapi Jepang yang bermarkas di Lembang.
AFNEI:
(
Allied Forces Netherlands East Indiers
) di bawah pimpinan Letnan Jenderal
Sir Philip Christison yang tugasnya antara lain: menerima penyerahan
kekuasaan Jepang dan melucutinya untuk dikembalikan ke negeri Jepang.
Aneksasi:
pengambilan dengan paksa tanah (wilayah) negara lain untuk disatukan
dengan tanah (negara) sendiri; penyerobotan; pencaplokan
Asamu Shudan
: pemerintahan Tentara Keenambelas dari Angkatan Darat Jepang
yang berkuasa di Jawa-Madura.
Bangsa
Moor
:
Sebutan untuk kaum Muslim
Bushido
:
Jiwa ksatria yang diajarkan oleh Jepang
Chuo Sangi-in
:
Dewan Pertimbangan Pusat pada masa Jepang
Cultuurstelsel
:
Sistem Tanam Paksa yang digagas oleh Van den Bosch
de
Heeren XVII
(Dewan Tujuh Belas)
:
Dewan pimpinan VOC yang beranggotakan
17 orang wakil dari enam kamar dagang di Belanda
devide et impera:
Politik adu domba
East India Company
(EIC)
: Kongsi dagang Inggris berkantor pusat di India
Dai Ni Nankenkantai
:
Pemerinatahan Angkatan Laut Jepang di Jawa-Madura
Dokuritsu Junbi Inka
i
: Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI)
Dokuritsu Junbi Cosakai:
Badan Penyelidik Usaha Kemerdekaan Indonesia
(BPUPKI)
Ekonomi Perang:
Kebijakan Jepang yang menegaskan bahwa semua usaha ekonomi
yang utama untuk membantu peperangan
Ekspansif:
Bersifat meluas
Eksploitasi:
Pemanfaatan untuk keuntungan sendiri
Exile government
: Pemerintahan pelarian
Fasisme
: Gerakan radikal ideologis nasionalis yang cenderung otoriter
Feodalisme:
Sistem sosial politik yang memberikan kekuasaan besar kepada
bangsawan.
Fujinkai
:
Organisasi atau perkumpulan wanita yang juga diberi latihan militer
sederhana (semi militer)
 
218
Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK
Semester 2
Gerakan bawah tanah:
Organisasi para tokoh pribumi yang tidak formal, bersifat
rahasia di masa Jepang dan bersifat non-kooperatif
Giyugun
:
Prajurit sukarela di Sumatera
glory
: Memburu kejayaan, superioritas, dan kekuasaan. Dalam kaitan ini mereka
saling bersaing dan ingin berkuasa di dunia baru yang ditemukannya.
gold
:
Memburu kekayaan dan keuntungan dengan mencari
dan mengumpulkan
emas, perak dan bahan tambang serta bahan-bahan lain yang sangat
berharga. Waktu itu yang dituju terutama Guinea dan rempah-rempah dari
Timur
gospel
: Menjalankan tugas suci untuk menyebarkan agama. Pada mulanya orang-
orang Eropa ingin mencari dan bertemu Prester John yang mereka yakini
sebagai Raja Kristen yang berkuasa di Timur
Gun
:
Kawedanan
Gunseibu
:
koordinator pemerintahan dengan tugas memulihkan ketertiban dan
keamanan atau semacam gubernur pada masa Jepang
Gunseikan
:
Kepala pemerintahan militer
Gunshirekan
:
(panglima tentara) yang kemudian disebut dengan
Seiko Shikikan
(panglima tertinggi)
Grote Postweg
:
Jalan raya pos antara Anyer–Panarukan sejauh 1.000 km.
gugur gunung:
Bekerja bersama-sama untuk mencapai suatu hasil yang didambakan
(bersama)
Hakko
ichiu
: Yang bermakna “Delapan Penjuru Dunia di Bawah Satu Atap” yang
dijadikan slogan tentara Jepang untuk mempersatukan berbagai negara
di bawah Jepang, membentuk
kesatuan keluarga umat manusia dengan
memajukan dan mempersatukan bangsa-bangsa di dunia, termasuk
Indonesia
Heiho
:
Organisasi militer yang dibentuk Jepang, bertugas pembantu militer,
ditempatkan di medan perang menyatu dengan tentara Jepang.
Hinomaru
:
Bendera kebangsaan Jepang
Imperialisme:
Sistem politik yang bertujuan menjajah negara lain untuk mendapatkan
kekuasaan dan keuntungan yang lebih besar.
Interaksi:
Saling berhubungan.
Intervensi:
Campur tangan dalam perselisihan antara dua pihak.
Jawa Hokai
:
Himpunan Kebaktian (Rakyat) Jawa yang dibentuk Jepang.
Kapitulasi:
Penyerahan kekuasaan sebagai akibat kekalahan dalam peperangan
kepada pihak pemenang.
Kapitulasi Tuntang:
Perjanjian pengalihan kekuasaan di Hindia dari Belanda kepada
Inggris di Tuntang pada 18 September 1811
 
219
Sejarah Indonesia
Keibodan
: Organisasi pemuda semi militer, sebagai korps kewaspadaan usia 25-35
tahun
Kempete
i:
Polisi militer Jepang
Ken
: Kabupaten
Kimigayo
: Lagu Kebangsaan Jepang
KNIL
(
Koninklijk Nederlandsch Indisch Leger
) atau Tentara Kerajaan Hindia Belanda
yang anggotanya ada juga orang pribumi di Hindia Belanda dan juga orang
Indo
Kochi
:
Daerah khusus, semacam daerah istimewa karena kedudukannya nyang
masih diakui sebagai kerajaan
Kolonialisme:
Paham tentang penguasaan oleh suatu negara atas daerah atau
bangsa lain dengan maksud untuk memperluas negara itu
Komisaris Jenderal:
Badan pemerintah baru yang dibentuk oleh Pangeran Willem
VI setelah Inggris mengembalikan kekuasaan kepada Belanda. Terdiri atas
tiga orang, yakni: Cornelis Theodorus Elout (ketua), Arnold Ardiaan Buyskes
(anggota), dan Alexander Gerard Philip Baron Van der Capellen (anggota)
Komoditas:
Barang dagangan utama
Kongsi:
Persekutuan dagang
Konvensi London:
Perjanjian yang mengharuskan Inggris mengembalikan tanah
jajahan di Hindia kepada Belanda tahun 1814
Kotsubu:
Departemen Lalu Lintas zaman Jepang
Ku
: Kelurahan/desa
Landrente
:
Pajak tanah
Legiun Mangkunegara:
Legiun Mangkunegaran adalah organisasi militer ala Eropa
tepatnya Militer Perancis yang merupakan institusi modern di Asia pada awal
abad ke-19
Liberalisme:
Aliran ketatanegaraan dan ekonomi yang menghendaki demokrasi dan
kebebasan pribadi
liberte, egalite
dan
fraternite
:
Kebebasan, persamaan, dan persaudaraan; prinsip-
prinsip baru yang menggulingkan tradisi, hierarki monarki, aristokrat, dan
kekuasaan Gereja Katolik
Mobilisasi:
Pergerakan tenaga manusia untuk dijadikan tentara
Moderat:
Menghindari perilaku yang bersifat ekstrem
“Mutiara dari Timur”:
Untuk mengibaratkan daerah timur (Indonesia) yang kaya
rempah-rempah dan tambang
Nederlansche Handel Matschappij
(NHM): Perusahaan Perdagangan Belanda
 
220
Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK
Semester 2
NICA (
Netherlands Indies Civil Administration):
Tentara
Belanda yang datang
kembali ke Indonesia dengan membonceng tentara Sekutu
Onderkoopman:
Pedagang Muda
Ordonansi:
Peraturan pemerintah
Osamu Seirei
:
Undang-Undang yang dikeluarkan oleh Panglima Tentara Ke-16.
Padrao
:
Patok batu sebagai tanda bahwa daerah yang ditemukan itu milik Portugis
Pasar Monopoli:
Hak tunggal untuk berusaha
Pasukan kavaleri:
Pasukan berkuda
Pelayaran
Hongi:
Pelayaran hongi adalah pelayaran yang diadakan oleh VOC
dengan menggunakan senjata lengkap untuk mengawasi jalannya monopoli
perdagangan.
Peta (Pembela Tanah Air)
: Organisasi militer dari kaum pribumi, tugas utamanya
menjaga pertahanan di Indonesia
Pendekatan saintifi
k: Pembelajaran atas dasar langkah-langkah: mengamati,
menanya, mengeksplorasi atau mengumpulkan informasi/data, mengasosiasi
atau menganalisis dan sintesis, kemudian mengomunikasikan
Prefektur:
wilayah yang memiliki otoritas
Propaganda:
Penjelasan yang dikembangkan dengan tujuan meyakinkan seseorang
agar menganut aliran, sikap, atau arah tindakan tertentu
Raad van Indie
(Dewan Hindia
): Dewan yang bertugas memberi nasihat dan
mengawasi kepemimpinan gubernur jenderal
Radikal:
Kemajuan dalam berpikir dan bertindak untuk menuntut perubahan
Rasionalisme:
Paham yang mengatakan bahwa sumber dari segala kebenaran
adalah pikiran manusia
Republik
Bataaf:
Pemerintahan baru Belanda sebagai bagian dari Perancis yang
dipimpin oleh Louis Napoleon saudara dari Napoleon Bonaparte
Revolusi Perancis:
Suatu periode sosial
radikal dan pergolakan
politik
di Perancis
yang memiliki dampak abadi terhadap sejarah Perancis, dan lebih luas lagi,
terhadap Eropa secara keseluruhan
Romusa
:
Pekerja paksa pada zaman Jepang
Sambatan
:
Arti membantu untuk mengurangi beban keluhan karena pekerjaan
yang banyak
Sangyobu:
Departemen Perusahaan, Industri dan Kerajinan Tangan) atau urusan
Perekonomian
“Saudara tua”:
Sebutan orang Jepang yang mengaku (mempropagandakan) sebagai
saudara lebih tua dari orang-orang Indonesia, agar orang-orang Indonesia
dapat menerima kedatangan Jepang itu dengan baik
 
221
Sejarah Indonesia
Staatsblad
:
Lembaran Negara
Seikerei
: Tradisi penghormatan kepada dewa Matahari dengan cara
membungkukkan badan (seperti gerakan rukuk bagi orang Islam) ke arah
matahari terbit setiap pagi (tradisi ini sangat ditentang oleh orang Islam,
karena menyembah pada matahari)
Seinendan
: Organisasi pemuda semi militer pada usia 14-22 tahun
Shi (Syi)
: Kota praja
Shu (Syu)
: Daerah karesidenan
Shihobu
:
Departemen Kehakiman zaman Jepang
Shintoisme
:
Keyakinan atau agama kuno di Jepang
Sinkronis:
Konsep berpikir sejarah yang memandang peristiwa yang terjadi dalam
kurun waktu terbatas tetapi memanjang dan meluas dalam konteks ruang
dan aspek
Somobu
:
Departemen Dalam Negeri masa Jepang
Son
: Kecamatan
Sumera
:
Tarikh Jepang
Staten Generaal:
Parlemen Belanda
Tirani:
Bentuk tindakan atau kekuasaan yang sewenang-wenang
Tomi Shudan
:
Tentara Kedua puluh Lima dari Angkatan Darat Jepang yang
memerintah di Sumatera
Tonarigumi
: Setingkat rukun tetangga (RT)
Traktat London:
Perjanjian antara Inggris dan Belanda yang isinya antara lain
bahwa Belanda setelah mendapatkan kembali tanah jajahannya di
Kepulauan Nusantara, tidak dibenarkan mengganggu kedaulatan Aceh
tahun 1824.
Traktat Sumatera:
Perjanjian yang memberikan Belanda kebebasan untuk
meluaskan daerahnya sampai ke Aceh tahun 1871.
Vadem
:
Satuan ukur. satu
vadem
sama dengan 182 cm.
Vereenigde Oost Indische Compagnie
(VOC)
: Kongsi dagang Belanda
berkantor pusat di Batavia
Volksraad
:
Dewan Perwakilan Rakyat pada masa penjajahan Belanda.
Zaimubu
:
Departemen Keuangan pada masa Jepang

Attachments

Sejarah Indonesia Buku Siswa Kelas XI Smtr_2.pdf

20-09-2017 18:09:19

Download Lampirkan